Yang ketiga, John Mearsheimer. Profesor dari Universitas Chicago ini mengembangkan teori Realisme Ofensif. Argumennya, sistem dunia yang anarkis mendorong negara besar untuk terus memperkuat diri dan menguasai kawasan. Itu soal bertahan hidup.
Di sisi lain, muncul kritik dari Mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan terhadap langkah diplomasi Indonesia. Anies mendesak pemerintah menarik diri dari Board of Peace (BoP), dewan perdamaian yang dibentuk dan dipimpin Donald Trump.
Pertanyaan saya, setelah mendengar kritik itu: konsep state craft apa yang sebenarnya Anies tawarkan? Bagaimana caranya Indonesia tetap aman, sambil kita selamatkan bangsa Palestina dari penderitaan panjang tanpa terlibat aktif dalam upaya perdamaian lewat BoP? Saya sungguh penasaran dengan landasan berpikir fundamentalnya.
Ngomong-ngomong, saya cukup tercengang dengan pernyataan Pandji Pragiwaksono belum lama ini. Selama ini ia dikenal vokal mengkritik pemerintah.
"Aku tidak percaya akan mengatakan ini. Tapi, Prabowo bisa jadi benar!" ujar Pandji.
Pernyataan itu mengejutkan, sekaligus menunjukkan sikap terbuka ia mengakui bisa saja keliru membaca situasi. Pandji kini tampaknya sudah paham.
Kembali ke pertanyaan tadi. Anies yang mengkritik, apa konsep dasar state craft yang cocok bagi bangsa Indonesia?
Natalius Pigai
Menteri HAM RI
Artikel Terkait
Israel Klaim Hancurkan 400 Target Iran dalam Satu Hari, Sebut Rezim Teroris Tumbang
Trump Sapa Messi di Gedung Putih, Selipkan Dukungan untuk Israel
Istri Muda Serahkan Diri Diduga Tewaskan Suami di Tigaraksa
APPBI Proyeksikan Geliat Belanja di Mal Bertahan hingga Lebaran 2026