Lewat sambungan telepon ke NBC, Jumat (6/3/2026) lalu, Donald Trump punya pendapat keras soal kemungkinan mengirim pasukan darat Amerika ke Iran. Menurut Presiden AS itu, ide semacam itu cuma "buang-buang waktu" belaka. Dia dengan santai menepis peringatan keras yang sebelumnya dilontarkan Menlu Iran.
"Itu buang-buang waktu," ujarnya, dikutip AFP. "Mereka sudah kehilangan segalanya. Angkatan laut mereka hilang. Semua yang bisa hilang dari mereka, sudah hilang."
Nada bicaranya terkesan meremehkan. Pernyataan Menlu Iran Abbas Araghchi yang menyebut negaranya siap menghadapi invasi darat dari AS atau Israel, oleh Trump dianggap tak lebih dari "komentar yang sia-sia".
Di sisi lain, Trump rupanya punya agenda lebih jauh. Dia mengisyaratkan keinginannya untuk melihat struktur kepemimpinan Iran yang sekarang disingkirkan. "Kita ingin masuk dan membersihkan semuanya dengan cepat," katanya. Visinya jelas: tidak ingin ada yang membangun kembali kekuatan Iran dalam kurun sepuluh tahun ke depan.
Artikel Terkait
Banjir 1,5 Meter Rendam Permukiman di Cibeber Cilegon, 320 Warga Terdampak
Rizky Billar dan Lesti Kejora Adopsi Anak Perempuan Pengidap Hidrosefalus
Mensos dan Tito Tinjau Huntara Pidie Jaya, Targetkan Nol Pengungsi Tenda Sebelum Lebaran
Pigai: Realisme Geopolitik Prabowo Jawab Kritik Anies Soal Diplomasi