Seruan ini bukan datang tiba-tiba. Sehari sebelumnya, Kamis 5 Maret 2026, Presiden baru saja bertemu dengan sejumlah kiai dan tokoh ormas Islam di Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan silaturahmi itu rupanya jadi momentum.
Anwar menggarisbawahi satu hal: prioritas utama sekarang adalah memitigasi dampak konflik global. Jangan sampai gejolak di luar negeri merembes dan bikin ricuh di dalam negeri. Untuk itu, kolaborasi adalah kuncinya. Ulama, pemerintah, plus aparat pertahanan dan keamanan harus bersatu padu. Fondasi inilah yang bakal menjaga ketahanan nasional, melindungi rakyat, dan menjaga keutuhan negara.
Doa di Bulan Ramadan
Namun begitu, langkah strategis dan diplomasi saja tak cukup. Anwar juga menekankan dimensi spiritual, apalagi kita sedang berada di bulan suci Ramadan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tak henti berdoa, memohon perlindungan dari krisis yang melanda berbagai belahan dunia.
“Lebih-lebih ini pada bulan Ramadhan, jangan sampai musibah yang terjadi di mana-mana, yang ujungnya adalah membuat kesengsaraan yang tidak berhenti, itu terjadi di sini,”
tambahnya dengan nada khawatir.
Di akhir pesannya, ia menekankan satu hal. Persatuan sekarang bukan lagi sekadar pilihan, tapi sudah jadi keharusan. Tantangan global makin berat, dan semua elemen bangsa dituntut untuk merapatkan barisan. Demi kedaulatan, demi kesejahteraan bersama.
Penulis: Fityan | Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Pengadilan Bebaskan Empat Aktivis dari Dakwaan Penghasutan
Kuwait Catat 67 Personel Militer Terluka Akibat Serangan Balasan Iran
Kapolri Hadiri Buka Puasa Bersama Buruh di Cikarang, Salurkan 2.000 Paket Sembako
AS Pertimbangkan Relokasi Rudal Patriot dari Korea Selatan ke Timur Tengah