Ini bukan kali pertama. Menurut polisi, aksi di Kramat Jati itu adalah yang ketiga kalinya. Dua kejadian serupa sudah lebih dulu terjadi.
"Iya betul sama seperti dua kejadian sebelumnya," kata AKP Fadoli, dikutip dari Antara, Kamis (5/3).
Dia menegaskan, pelaku dan modus operandinya identik. "Betul, memang kasus dan pelakunya sama," katanya.
Dua aksi sebelumnya tercatat di Jalan Damai, Lubang Buaya, pada 22 Desember 2025, lalu disusul di Jalan Bambu Kuning, Bambu Apus, awal Februari 2026. Pola yang dipakai pun nyaris serupa.
Pelaku datang ke rumah duka, pura-pura kenal dengan almarhum atau keluarganya. Dia menyelinap di antara para pelayat, berbaur, menunggu momen yang tepat. Saat suasana lengah dan penuh duka, dia mengambil kesempatan untuk menggasak amplop-amplop berisi uang sumbangan duka yang belum sempat diamankan.
Modusnya memanfaatkan situasi berkabung. Dan sayangnya, berhasil dilakukan hingga tiga kali.
Artikel Terkait
Kapolri Hadiri Buka Puasa Bersama Buruh di Cikarang, Salurkan 2.000 Paket Sembako
AS Pertimbangkan Relokasi Rudal Patriot dari Korea Selatan ke Timur Tengah
Kapal Tenggelam di Muara Pomako, Semua Penumpang Selamat Berkat Evakuasi Warga
Warga Teheran Borong Sembako dan Hadapi Kelangkaan di Tengah Eskalasi Konflik