Narasi besarnya adalah keinginan untuk perdamaian global. Prabowo, bersama tujuh pemimpin negara anggota kelompok D-8, disebut punya komitmen kuat untuk mencegah eskalasi konflik. Mereka sepakat menolak peperangan yang berlarut-larut.
"Jangan sampai perang berlarut-larut terutama di Iran maupun di kawasan Teluk dan sebagainya," tutur Nusron menegaskan poin tersebut.
Jadi, ada sinyal positif. Dari Jakarta, upaya diplomasi perdamaian mulai menemukan momentumnya, dengan dukungan yang cukup signifikan dari sekutu-sekutu tradisional di dunia Islam. Langkah selanjutnya tentu menantikan realisasi pertemuan yang diinginkan tersebut.
Artikel Terkait
BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Awal, Parah, dan Meluas
Bazar Prime Ramadan Jakarta 2026 Digelar di Balai Kota, Dukung UMKM dan Beri Santunan
Pengendara Motor Tewas Tertabrak Bus TransJakarta di Bandengan
Jokowi Bocorkan Dua Poin Utama Pembahasan Prabowo dengan Tokoh Nasional