“Sekarang Indonesia akan mengambil dari Amerika untuk menutupi kekurangan yang mungkin kita akan dapatkan karena penutupan Selat Hormuz,” ucap Eddy Soeparno.
Ia juga menegaskan bahwa kerja sama dengan AS bukan hal baru. Malah, menurutnya, ini langkah yang wajar dan tepat.
“Jadi saya kira opsi untuk membuka apa, pengambilan atau impor BBM dari Amerika Serikat tentu merupakan suatu opsi yang sangat lazim, yang sangat patut dilakukan, apalagi kita telah menandatangani perjanjian perdagangan baru dengan Amerika Serikat,” paparnya.
Intinya, kekhawatiran berlebihan tampaknya tak perlu. Meski gejolak di Timur Tengah memanas, pasokan energi dalam negeri masih bisa dicari dari berbagai pintu. Pilihan ada di tangan kita, dan sejauh ini, jalannya masih terbuka.
Artikel Terkait
Harga Pakan Ternak Mulai Turun, Peternak Unggas Dapat Angin Segar
Inisiatif Perdamaian AS-Iran Prabowo Dapat Dukungan Negara-negara Islam
Kemenag Depok Tegur Tiga Masjid Soal Cara Bangunkan Sahur yang Bising
Polda Aceh Imbau Warga Tenang, Pastikan Stok BBM Aman