Nasib serupa dialami warga Pakistan. Di tengah situasi yang mencekam, mereka berbondong-bondong menyeberangi perbatasan Taftan dari Iran masuk ke Balochistan. Kejadian itu terjadi pada Rabu, 4 Maret 2026.
Mereka mengungsi dengan membawa apa saja yang bisa diselamatkan. Barang-barang pribadi, tas, dan tentunya harapan untuk segera sampai di rumah. Menurut laporan pemerintah Pakistan, dalam tiga hari terakhir saja, lebih dari seribu warganya telah berhasil dipulangkan dari Iran.
Gambaran itu jelas menunjukkan satu hal: ketika konflik meledak, yang paling dirugikan seringkali adalah orang-orang biasa. Pemerintah mana pun pasti akan berusaha menyelamatkan warganya, meski medannya sulit dan penuh ketidakpastian.
Artikel Terkait
Gubernur NTT Buka Dialog, PPPK Khawatirkan Ancaman Pemutusan Kerja
Nusron: Upaya Mediasi Prabowo Dapat Dukungan Negara Timur Tengah
Polres Kotamobagu Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim dan Wartawan
Polres Jaksel Gelar Balap Lari 100 Meter Tengah Malam untuk Cegah Balap Liar