"Persoalan-persoalan yang kita lihat akhir-akhir ini tidak bisa dikerjakan oleh satu kementerian saja," tegas Arifah.
Menurutnya, sembilan kementerian yang terlibat sudah punya peta jalan masing-masing. Tugas-tugas spesifik pun telah dibagi. Kolaborasi semacam ini, di mata Arifah, sejalan betul dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang selalu menekankan sinergi.
"Ini adalah langkah yang sangat baik, sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Prabowo bahwa tidak ada satupun kementerian lembaga yang bisa sukses jalan sendiri. Semua harus kolaborasi dan bersinergi," tuturnya.
Harapannya jelas. Dengan langkah terpadu ini, upaya pencegahan dan penanganan masalah kejiwaan pada anak bisa lebih efektif. Sistem perlindungan anak secara keseluruhan pun diharapkan jadi lebih kuat. Tentu, jalan masih panjang. Tapi setidaknya, langkah awal sudah diambil.
Artikel Terkait
Polres Jaksel Gelar Balap Lari 100 Meter Tengah Malam untuk Cegah Balap Liar
Polres Belitung Ungkap Jaringan Sabu yang Dikendalikan dari Dalam Lapas
Polri Musnahkan Sabu dan Etomidate Hasil Sitaan di Mabes
Situbondo Dirikan Posko Pengaduan untuk Lindungi PMI di Zona Konflik Timur Tengah