Lalu, bagaimana caranya? Di sinilah peran BoP muncul. Gus Yahya melihat forum internasional itu sebagai instrumen yang bisa dipakai. Meski mungkin pengaruhnya terbatas, tapi harus dimanfaatkan.
"Ya kita cari caranya memanfaatkan BoP untuk upaya perdamaian itu gitu. Apa pun yang sudah ada di tangan ini mari kita gunakan," ujarnya.
Dia lantas memberi analogi yang sederhana namun mengena. Bayangkan perlu menggali lubang, tapi cuma punya sendok. Ya terpaksa pakai sendok itu.
“Kalau kita butuh menggali lubang ndak ada skop, punyanya sendok, kita gali pakai sendok gitu. Kira-kira gitulah," jelas Gus Yahya.
Poinnya jelas. "Jangan ada yang walaupun kelihatannya lemah lalu sesuatu yang sebetulnya bisa digunakan kita buang, ndak begitu caranya. Kita gunakan apa pun karena kepentingan untuk perdamaian itu absolut.”
Intinya, dalam situasi genting seperti ini, semua jalan harus ditempuh. Sekecil apa pun peluangnya.
Artikel Terkait
Polres Belitung Ungkap Jaringan Sabu yang Dikendalikan dari Dalam Lapas
Polri Musnahkan Sabu dan Etomidate Hasil Sitaan di Mabes
Situbondo Dirikan Posko Pengaduan untuk Lindungi PMI di Zona Konflik Timur Tengah
Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Tewaskan Dua Orang, Diduga Gagal Rem Truk Kontainer