Untuk itu, menurut Rifyan, stabilitas nasional harus dijaga. Caranya? Dengan memperkuat literasi geopolitik publik, mengawasi ketat propaganda digital, dan mengambil pendekatan yang moderat dalam merespons setiap konflik.
Dalam menghadapi dinamika global yang serba tak pasti, PB HMI menegaskan Indonesia harus berpegang pada konstitusi. Politik luar negeri bebas aktif bukan sekadar slogan.
Sebagai organisasi kader, PB HMI berkomitmen untuk ikut membangun kesadaran publik, terutama di kalangan anak muda, tentang dinamika geopolitik ini. Mereka mendorong diskursus intelektual yang sehat soal kaitan antara konflik global dan ketahanan nasional.
Harapan terakhir ditujukan pada pemerintah. Kesiapsiagaan nasional di berbagai lini diplomasi, ekonomi, energi, hingga pertahanan harus terus ditingkatkan.
Artikel Terkait
Jimly: Laporan Reformasi Polri Siap Diserahkan, Tunggu Waktu Bertemu Prabowo
Jumlah Pengungsi Pascabencana di Aceh dan Sumut Turun Drastis Jelang Ramadan
Kemenag Dorong Pesantren Besar Sediakan Psikolog untuk Santri
Pemerintah Targetkan Konversi 4-6 Juta Motor BBM ke Listrik per Tahun