Ketegangan militer di Timur Tengah yang melibatkan AS, Israel, dan Iran makin memanas. Menurut Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), situasi ini bukan cuma urusan regional. Mereka melihatnya sebagai ancaman serius yang bisa menggoyang stabilitas global, dan Indonesia pun tak kebal dari imbasnya.
Rifyan Ridwan Saleh, Ketua Bidang Hukum Pertahanan dan Keamanan PB HMI, tegas menyuarakan kekhawatiran ini. Dalam keterangan tertulisnya Kamis lalu, ia membeberkan analisis organisasinya.
Lalu, apa saja dampak yang perlu diwaspadai? Pertama-tama, soal energi. Kawasan itu kan jantung distribusi minyak dunia. Guncangan di sana berpotensi bikin harga minyak global melonjak. Nah, Indonesia yang masih bergantung pada impor energi jelas bisa kena getahnya. Tekanan terhadap perekonomian nasional bukan hal yang mustahil.
Di sisi lain, ada ancaman di lautan. Ketegangan geopolitik seringkali berimbas pada keamanan maritim internasional. Ini jadi perhatian khusus bagi Indonesia.
Namun begitu, ancaman tak cuma datang dari luar. PB HMI juga mengingatkan potensi dampak sosial di dalam negeri. Konflik internasional seperti ini rawan dimanfaatkan untuk propaganda, memicu narasi ekstremisme atau polarisasi ideologis yang menggerogoti kerukunan.
Artikel Terkait
Jimly: Laporan Reformasi Polri Siap Diserahkan, Tunggu Waktu Bertemu Prabowo
Jumlah Pengungsi Pascabencana di Aceh dan Sumut Turun Drastis Jelang Ramadan
Kemenag Dorong Pesantren Besar Sediakan Psikolog untuk Santri
Pemerintah Targetkan Konversi 4-6 Juta Motor BBM ke Listrik per Tahun