Tak cuma untuk makan. Sebagian uang bantuan juga Siti alokasikan untuk pendidikan anak-anaknya. Salah satunya untuk anak yang kini duduk di bangku SMA. Dana itu buat bayar uang sekolah, beli sepatu, alat tulis, dan keperluan belajar lainnya.
Menurut Siti, tanpa PKH, mustahil baginya menyekolahkan anak sampai tingkat SMA. Harapannya sederhana: anak-anaknya bisa dapat kehidupan yang lebih baik.
Bagi Siti, PKH bukan sekadar angka di rekening. Itu adalah penopang nyata yang membantunya bertahan. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan para pendamping yang memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat.
Di tengah hidup yang serba pas-pasan, Ramadan bagi Siti punya makna lebih dalam. Ini adalah momen bersyukur, karena di balik segala keterbatasan, masih ada bantuan yang menjaga harapan untuk masa depan keluarganya.
Secara nasional, program PKH terus berjalan. Untuk tahap pertama di tahun 2026 saja, bantuan sudah disalurkan ke lebih dari 9,3 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia. Total nilainya mencapai hampir tujuh triliun rupiah, berdasarkan data terbaru pemerintah.
Artikel Terkait
Indonesia Gandeng Tiongkok Tingkatkan Riset dan Produksi Padi di Merauke
Jimly: Laporan Reformasi Polri Siap Diserahkan, Tunggu Waktu Bertemu Prabowo
Jumlah Pengungsi Pascabencana di Aceh dan Sumut Turun Drastis Jelang Ramadan
Kemenag Dorong Pesantren Besar Sediakan Psikolog untuk Santri