Mirae Asset Turunkan Target Harga Saham Unilever Usai Divestasi

- Kamis, 05 Maret 2026 | 10:45 WIB
Mirae Asset Turunkan Target Harga Saham Unilever Usai Divestasi

Intinya, divestasi ini mengubah wajah Unilever. Mereka jadi perusahaan FMCG yang lebih kecil skalanya, tapi mudah-mudahan lebih fokus pada produk-produk bermargin tinggi. Dorongan laba ke depan diharapkan datang dari bisnis inti: Home & Personal Care dan Food & Refreshment.

Sepanjang 2026, Unilever sendiri sebenarnya punya ekspektasi pertumbuhan penjualan sedikit di atas rata-rata pasar. Tapi, kuartal pertama tahun ini diprediksi bakal lemah. Penyebabnya? Pergeseran waktu Ramadhan dan Lebaran. Soal keuntungan, manajemen cuma beri panduan soal perbaikan margin yang moderat, yang diharapkan datang dari efisiensi dan struktur perusahaan yang sekarang lebih ramping.

"Secara keseluruhan, fokus perusahaan tetap pada pelaksanaan strategi 'merek utama plus produktivitas' untuk membangun kembali kualitas laba secara bertahap, daripada menjanjikan target pendapatan atau margin yang agresif," kata Yodhita menambahkan.

Lalu, bagaimana kinerja Unilever yang terakhir? Sepanjang 2025, penjualan bersihnya tercatat Rp31,94 triliun, tumbuh 4,31% dari tahun sebelumnya. Penyumbang terbesar tetap segmen kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh. Yang menarik, laba bersihnya melonjak tajam jadi Rp7,64 triliun naik 126,83%! Tapi, angka fantastis ini masih termasuk laba dari penjualan bisnis es krim yang sudah dilepas.

Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, punya penjelasan. Menurutnya, lonjakan laba ini buah dari upaya pemulihan yang gencar dilakukan perusahaan.

"Hasil kinerja kami sepanjang tahun menunjukkan bahwa momentum pemulihan yang telah kami bangun, terus menguat. Langkah-langkah disiplin dan perubahan struktural yang kami terapkan telah memberikan dampak yang berkelanjutan, tercermin dari pertumbuhan dan peningkatan profitabilitas," tutur Benjie Yap dalam keterangan resminya.

Jadi, ceritanya kini ada di tangan Unilever. Bisakah mereka membuktikan bahwa langkah penjualan aset dan fokus yang baru ini benar-benar membuahkan hasil yang berkelanjutan? Semua mata tertuju pada kuartal-kuartal mendatang.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar