Pemerintah Pacu Revitalisasi 60 Ribu Sekolah dan Tingkatkan Kesejahteraan Guru pada 2026

- Selasa, 10 Februari 2026 | 16:30 WIB
Pemerintah Pacu Revitalisasi 60 Ribu Sekolah dan Tingkatkan Kesejahteraan Guru pada 2026

Pemerintah Pacu Program Pendidikan, Guru dan Digitalisasi Jadi Fokus

Di sebuah ruang pertemuan di Depok, Jawa Barat, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan tekad pemerintah untuk mendorong program-program prioritas di sektor pendidikan sepanjang tahun 2026. Agenda yang dikebut itu beragam, mulai dari perbaikan fasilitas sekolah, percepatan digitalisasi, sampai soal yang paling krusial: meningkatkan kualitas dan kesejahteraan para guru.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah, yang digelar pekan ini. Menurut Mu’ti, capaian yang sudah diraih sepanjang 2025 menjadi fondasi yang cukup kokoh untuk melangkah lebih cepat tahun depan.

Dan salah satu prestasi yang cukup mencolok adalah program revitalisasi satuan pendidikan. Anggarannya tak main-main, Rp16,9 triliun. Hasilnya? Program ini menjangkau 16.167 sekolah, jauh melampaui target awal yang hanya 10.440 sekolah.

“Program revitalisasi satuan pendidikan telah melampaui target. Dengan sistem swakelola, pelaksanaannya tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat guna, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat setempat,”

Demikian penegasan Abdul Mu’ti, Selasa (10/2/2026).

Di sisi lain, upaya digitalisasi juga menunjukkan progres yang solid. Distribusi perangkat Interactive Flat Panel (IFP) untuk pembelajaran digital diklaim telah mencapai 100 persen, tersebar ke ratusan ribu satuan pendidikan di tanah air. Target ke depannya pun lebih ambisius. Pada 2026, pemerintah ingin memperluas revitalisasi hingga ke 60 ribu sekolah dan melanjutkan distribusi perangkat digital secara bertahap.

“Kami mengupayakan agar setiap satuan pendidikan secara bertahap mendapatkan tiga unit IFP, yang mulai kami distribusikan pada 2026,” kata Mu’ti.

Lalu bagaimana dengan nasib guru? Ini yang menarik. Sepanjang 2025, tercatat 804.157 guru, baik ASN maupun non-ASN, mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pemerintah juga memberikan bantuan untuk peningkatan kualifikasi akademik ke jenjang S1 atau D4 kepada 12.500 guru. Tidak hanya itu, pelatihan juga diberikan kepada lebih dari 52 ribu kepala sekolah dan 186 ribu pendidik dengan pendekatan khusus.

“Pembelajaran mendalam kami dorong agar proses belajar menjadi lebih bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik,” jelasnya.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar