Serangan itu langsung dapat respon cepat dari London. Inggris bergegas memperkuat pertahanan di pangkalan militernya di pulau Mediterania tersebut. Beberapa media Inggris bahkan memberitakan bahwa PM Keir Starmer sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan kapal-kapal perang. Tujuannya, untuk mengantisipasi serangan lanjutan.
Di sisi lain, Prancis juga tak tinggal diam. Presiden Emmanuel Macron sudah memberi perintah: kapal induk Prancis harus segera bergerak mendekati kawasan Timur Tengah.
Macron menegaskan, Prancis akan meningkatkan postur pertahanannya di sana. Langkah ini, katanya, untuk melindungi warga negara dan aset-aset Prancis, sekaligus mendukung negara-negara sekutu di kawasan yang menjadi sasaran balasan Iran setelah serangan Israel dan AS.
Jadi, situasinya sekarang seperti ini. Iran sudah memasang ancang-ancang, sementara Eropa bersiap siaga. Titik panasnya bukan cuma di Timur Tengah lagi.
Artikel Terkait
Mirae Asset Turunkan Target Harga Saham Unilever Usai Divestasi
Bayi Baru Lahir Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk Pejaten, Diduga Ditinggalkan Zidan
Geely Uji SUV Off-Road Baru, Bakal Tandingi Land Rover Defender pada 2026
AS dan Israel Tewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Khamenei; Krisis Global Membayang