Teheran mengeluarkan peringatan keras. Negara-negara Eropa diminta untuk tidak ikut campur dalam konflik yang melibatkan Iran. Jika peringatan ini diabaikan, ancamannya jelas: Iran siap memperluas serangan balasannya, dan kali ini sasaran bisa merambah kota-kota di Eropa.
Peringatan resmi itu dikeluarkan pemerintah Iran pada Selasa (3/3) lalu. Suasana di Eropa sendiri sedang tegang. Banyak negara di sana tengah berupaya meningkatkan sistem pertahanan mereka, waswas konflik di Timur Tengah bakal merembet ke wilayah mereka.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Ancaman terhadap keamanan Eropa dinilai sangat nyata. Tak heran, beberapa pemerintah Eropa sudah bersuara tentang kemungkinan mengambil "tindakan defensif", terutama menyikapi kemampuan rudal Iran yang makin mengkhawatirkan.
Insiden yang memicu ketegangan ini terjadi sehari sebelumnya, pada Senin (2/3). Drone tempur buatan Iran dilaporkan menarget pangkalan udara Inggris, Akrotiri, yang terletak di Siprus sebuah anggota Uni Eropa.
Menurut para pejabat setempat, drone itu diduga ditembakkan dari wilayah Lebanon. Pelakunya kemungkinan besar adalah kelompok militan Hizbullah.
Artikel Terkait
Mirae Asset Turunkan Target Harga Saham Unilever Usai Divestasi
Bayi Baru Lahir Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk Pejaten, Diduga Ditinggalkan Zidan
Geely Uji SUV Off-Road Baru, Bakal Tandingi Land Rover Defender pada 2026
AS dan Israel Tewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Khamenei; Krisis Global Membayang