Real Madrid akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan Xabi Alonso. Keputusan ini diambil tak lama setelah mereka kalah dari Barcelona di ajang Piala Super Spanyol.
Meski begitu, klub masih memberikan penghormatan yang tinggi kepada Alonso. Bagaimanapun, dia adalah salah satu legenda di Santiago Bernabeu.
“Xabi Alonso akan selalu mendapat kasih sayang dan kekaguman dari seluruh Madridistas karena ia adalah legenda Real Madrid dan selalu merepresentasikan nilai-nilai klub kami. Real Madrid akan selalu menjadi rumahnya,”
demikian pernyataan resmi yang dikeluarkan klub. Kalimat itu jelas terasa hangat, mengingatkan pada masa-masa gemilang Alonso sebagai pemain.
Sayangnya, catatan selama memimpin tim utama tidak terlalu menggembirakan. Alonso baru memegang kendali kurang dari satu musim, dan hasilnya bisa dibilang naik turun.
Dari 34 pertandingan di semua kompetisi, timnya menang 24 kali, imbang empat, dan kalah enam. Posisi Madrid di liga pun masih di tempat kedua, tertinggal empat poin dari Barcelona yang memimpin.
Nah, untuk mengisi kekosongan itu, Madrid langsung bergerak cepat. Mereka menunjuk Alvaro Arbeloa, yang saat ini menangani Real Madrid Castilla, sebagai penggantinya. Arbeloa sendiri berusia 42 tahun dan tak asing dengan kultur klub.
Perubahan pelatih di tengah jalan ini tentu menimbulkan tanda tanya. Apakah keputusan ini akan membawa angin segar, atau justru menjadi awal dari periode yang lebih bergejolak? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Artikel Terkait
Persija Incar Konsistensi Usai Pesta Gol, Hadapi PSBS dengan Skuat Tak Lengkap
Veda Ega Pratama Bidik Podium Moto3 Spanyol 2026 Usai Gagal Finis di AS
Hendra Setiawan Beralih Peran, Jadi Pelatih di Piala Thomas 2026
Jakarta Ditunjuk Jadi Tuan Rumah FIA Rallycross World Cup 2026