Pasar saham memang tak pernah habis kejutan. Rabu kemarin (21/1/2026), dua saham yang masuk radar pengawasan BEI lewat status Unusual Market Activity (UMA) justru menunjukkan arah yang bertolak belakang. BULL dan ELIT, seolah punya cerita sendiri-sendiri.
Di satu sisi, saham Buana Lintas Lautan (BULL) terpental cukup dalam. Ia anjlok 5,84 persen ke level Rp645. Padahal, transaksinya ramai sekali, tembus Rp242,4 miliar dengan volume dagang hampir 377 juta saham. Sepertinya, ada yang ambil untung atau justru ciut setelah peringatan BEI itu muncul.
Namun begitu, ceritanya berbeda sama sekali dengan Data Sinergitama Jaya (ELIT). Saham ini malah tancap gas, naik 6,01 persen ke Rp388. Transaksi Rp91,11 miliar dari 237 juta saham yang berpindah tangan mengonfirmasi semangat beli yang masih kuat. Peringatan UMA seolah diabaikan.
Perilaku liar kedua saham ini sebenarnya sudah terlihat sebelumnya. BULL, misalnya, sehari sebelumnya masih melonjak hampir 10 persen. Perjalanannya pekan ini naik-turun, tapi dalam sebulan terakhir, grafiknya fantastis: melesat lebih dari 70 persen.
ELIT bahkan lebih gila lagi. Sebelum Rabu, sahamnya sudah dua hari berturut-turut tersangkut auto reject atas (ARA), dengan kenaikan masing-masing di atas 24 persen. Dalam sepekan, akumulasinya nyaris 72 persen. Bayangkan, dalam satu bulan harganya hampir dua kali lipat, tepatnya naik 95,96 persen. Wajar saja BEI angkat bicara.
Soal status UMA ini, Bursa Efek Indonesia memberi penjelasan. Mereka bilang, pengumuman ini bukan vonis pelanggaran. Tapi lebih sebagai sinyal untuk investor agar lebih hati-hati.
Intinya, investor diminta mencermati baik-baik sebelum memutuskan untuk masuk atau keluar. Situasinya bisa berubah cepat, dan risikonya tentu harus dihitung matang-matang.
(DESI ANGRIANI)
Artikel Terkait
IHSG Diprediksi Masih Tertekan, Berpotensi Uji Level 7.245–7.354
Reformasi Pasar Modal Indonesia Dinilai Bukan Sekadar Ikuti Tren, tapi Kebutuhan Struktural
Pertamina Geothermal Energi Bagikan Dividen Rp2,14 Triliun untuk Tahun Buku 2025
Wall Street Tertekan, Ketegangan AS-Iran dan Kekhawatiran AI Tekan Saham Teknologi