Hegseth sendiri mendeskripsikan serangan bawah laut ini dengan istilah yang cukup menyeramkan: "kematian senyap". Dia juga menekankan bahwa ini adalah penenggelaman pertama kapal musuh oleh AS menggunakan torpedo sejak era Perang Dunia II. "Seperti dalam perang itu," ujarnya lagi, "kita berjuang untuk menang."
Pernyataan itu sejalan dengan tujuan yang diungkapkan Pentagon. Menurut mereka, salah satu sasaran utama dalam perang AS-Israel melawan Iran adalah melumpuhkan kekuatan angkatan laut negara tersebut.
Sementara itu, upaya pencarian dan penyelamatan terus digenjot. Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, melaporkan ke parlemen bahwa para korban selamat asal Iran sudah segera dilarikan ke rumah sakit utama di bagian selatan pulau. Dua kapal angkatan laut plus sebuah pesawat juga sudah dikerahkan untuk mencari mereka yang masih hilang di tengah lautan.
Artikel Terkait
Warga Tangkap Penjambret di Parung Usai Aksi Tarik Tas Bikin Korban Oleng
Anggota DPR Janji Bawa Aspirasi Petani dan Nelayan Sidoarjo ke Paripurna
Jemaah Iran Menghilang di Tanah Suci, Diduga Terkait Ketegangan Geopolitik
Bayi Dua Hari Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk, Disertai Surat Pilu dari Kakak 12 Tahun