“Sebagai platform dengan model kemitraan yang memberikan kebebasan bagi mitra untuk menentukan waktu dan intensitas aktivitasnya, Grab memahami bahwa pola partisipasi bersifat dinamis,” ujarnya.
Data internal per Desember 2025 menunjukkan, dari sekitar 3,7 juta mitra terdaftar, yang aktif dalam sebulan berkisar 700-800 ribu driver. Angka ini fluktuatif, tergantung kebutuhan dan preferensi masing-masing orang.
“Karakter fleksibel inilah yang menjadi ciri utama ekosistem gig economy. Oleh karena itu, kebijakan BHR dirancang dengan mengacu pada data produktivitas aktual mitra,” tegas Neneng.
“Sejalan dengan pendekatan tersebut, seluruh Mitra Pengemudi Aktif dengan tingkat produktivitas tinggi yang berjumlah lebih dari 400.000 Mitra Pengemudi menerima BHR sebagai bentuk penghargaan tulus atas kontribusi dan konsistensi mereka di platform kami,” lanjutnya.
BHR juga punya dimensi sosial yang lebih luas. Data Grab menyebut, sekitar separuh mitranya sebelumnya adalah korban PHK atau belum punya penghasilan tetap. Selain itu, ada 182.500 mitra perempuan banyak di antaranya ibu tunggal dan lebih dari 700 mitra penyandang disabilitas yang aktif.
Keragaman ini menunjukkan peran platform sebagai sumber peluang ekonomi yang inklusif.
Tak cuma uang, Grab juga menyiapkan apresiasi lain. Mereka meluncurkan program “Perjalanan Bermakna dengan Umrah Gratis”. Sebanyak 105 paket umrah dengan total nilai Rp 5 miliar disiapkan untuk mitra berprestasi dari berbagai penjuru Indonesia.
Program ini diberikan sebagai penghargaan atas dedikasi mereka melayani pelanggan.
Perusahaan menegaskan, BHR murni bentuk apresiasi dan itikad baik, di luar penghasilan reguler yang diterima mitra. Program ini akan terus dievaluasi agar tetap relevan dan berkelanjutan.
“Di balik jaket dan helm yang dikenakan mitra kami setiap hari, ada keluarga yang menjadi semangat mereka. Harapan kami sederhana: semoga dukungan ini dapat membantu menghadirkan Hari Raya yang lebih hangat dan penuh makna,” tutur Neneng menutup pembicaraan.
Dalam konferensi pers terpisah, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut BHR 2026 secara nasional menyasar sekitar 850.000 mitra driver aktif. Lebih dari 400.000 di antaranya berasal dari ekosistem Grab.
Sementara Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan skema BHR memang mempertimbangkan fleksibilitas kerja di sektor digital. Makanya, besaran bonus disesuaikan dengan keaktifan dan produktivitas masing-masing mitra.
Intinya, program ini diharapkan bisa jadi penyemangat tambahan bagi para driver yang sehari-hari menggerakkan roda perekonomian kita. Mari kita tunggu realisasinya.
Artikel Terkait
Warga Tangkap Penjambret di Parung Usai Aksi Tarik Tas Bikin Korban Oleng
Anggota DPR Janji Bawa Aspirasi Petani dan Nelayan Sidoarjo ke Paripurna
Jemaah Iran Menghilang di Tanah Suci, Diduga Terkait Ketegangan Geopolitik
Bayi Dua Hari Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk, Disertai Surat Pilu dari Kakak 12 Tahun