Pantau - Menjelang Idul Fitri, pemerintah tak mau main-main soal harga pangan. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengandalkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) sebagai mata dan telinga utama untuk mengawasi situasi.
Intinya, sistem ini harus bisa mencegah lonjakan harga yang tak terkendali. Caranya? Dengan memantau pergerakan harga di lapangan secara ketat, hampir real-time.
Data Harian Jadi Senjata Andalan
Kunci dari sistem ini ada pada pembaruan datanya. Budi Santoso menekankan, data di SP2KP diperbarui tiap hari. Ini bukan sekadar angka statis, melainkan gambaran langsung yang memungkinkan respons cepat.
"SP2KP setiap hari diupdate jadi tahu perkembangan harga," ujarnya.
"Sehingga kita nanti cepat antisipasi kalau ada daerah tertentu yang harganya naik, kita langsung koordinasi dengan pemasok dan satgas pangan."
Dengan kata lain, sistem itu berfungsi seperti radar. Ia akan segera menandai titik-titik merah pasar atau wilayah mana saja yang harganya mulai merangkak naik. Begitu terdeteksi, intervensi langsung dilakukan.
"Nanti kalau ada kenaikan, maka segera kita intervensi kita koordinasi dengan komponen pemerintah daerah dan dengan pemasok," jelas Budi.
Artikel Terkait
Jemaah Iran Menghilang di Tanah Suci, Diduga Terkait Ketegangan Geopolitik
Bayi Dua Hari Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk, Disertai Surat Pilu dari Kakak 12 Tahun
Pemerintah dan Tokoh Bali Sepakati Takbiran 2026 Tanpa Pengeras Suara Saat Nyepi
AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Lepas Pantai Sri Lanka, 87 Pelaut Tewas