Di sisi lain, dia juga menekankan satu hal fundamental. Prinsip kedaulatan dan integritas wilayah negara lain, menurutnya, wajib dihormati oleh semua pihak. Tanpa itu, sulit membayangkan perdamaian. Intinya, semua harus bisa menahan diri.
Lalu, apa peran Indonesia dalam keruwetan ini?
"Presiden sendiri sudah menyampaikan keinginan beliau, menawarkan, kesediaan beliau untuk menjadi mediator jika kedua belah pihak menyepakati dan menyetujui ya," jelas Sugiono.
Harapannya sederhana namun mendasar. Agar hukum internasional dan piagam PBB tidak hanya jadi tulisan di atas kertas, tapi benar-benar dijadikan pedoman. Itu kuncinya.
Artikel Terkait
Jemaah Iran Menghilang di Tanah Suci, Diduga Terkait Ketegangan Geopolitik
Bayi Dua Hari Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk, Disertai Surat Pilu dari Kakak 12 Tahun
Pemerintah dan Tokoh Bali Sepakati Takbiran 2026 Tanpa Pengeras Suara Saat Nyepi
AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Lepas Pantai Sri Lanka, 87 Pelaut Tewas