Di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (4/3/2026) lalu, Menteri Luar Negeri Sugiono berbicara pada wartawan. Topiknya serius: konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Menurutnya, ada satu skenario yang benar-benar harus dihindari.
"Risiko paling buruk adalah terjadinya eskalasi yang lebih besar yang melibatkan lebih banyak negara," kata Sugiono.
Ucapannya singkat, tapi bobotnya terasa. Dia tak merinci lebih jauh seperti apa dampak konkretnya jika perang di Timur Tengah itu benar-benar meluas. Namun begitu, pesan utamanya jelas: deeskalasi adalah satu-satunya jalan.
"Kita menginginkan ada deeskalasi. Kemudian situasi mereda, ya kan," ujarnya.
Suasana ruangan saat itu tampak tegang. Sugiono lalu menyampaikan penyesalan atas gagalnya perundingan yang justru berujung pada situasi memanas seperti sekarang.
Artikel Terkait
Jemaah Iran Menghilang di Tanah Suci, Diduga Terkait Ketegangan Geopolitik
Bayi Dua Hari Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk, Disertai Surat Pilu dari Kakak 12 Tahun
Pemerintah dan Tokoh Bali Sepakati Takbiran 2026 Tanpa Pengeras Suara Saat Nyepi
AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Lepas Pantai Sri Lanka, 87 Pelaut Tewas