"Kalau kita mau tambah, kita simpan di mana? "Storage"-nya memang belum cukup," katanya lugas.
Karena itulah, dia meminta media menyampaikan berita ini secara proporsional. Tujuannya jelas, agar tidak timbulkan persepsi yang salah dan bikin resah masyarakat. Persoalan utamanya ada di infrastruktur penyimpanan, bukan pada ketersediaan minyaknya.
Di sisi lain, pemerintah sebenarnya sudah bergerak. Atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, pembangunan fasilitas "storage" baru sedang dipercepat. Langkah ini penting buat menguatkan ketahanan energi nasional, apalagi di tengah gejolak geopolitik dan pasokan global yang fluktuatif.
"Arahan Presiden Prabowo memerintahkan kepada kami untuk segera membangun "storage" supaya ketahanan energi kita ada. "Storage"-nya berapa lama? "Insyaallah" rencana sampai dengan 3 bulan," jelas Bahlil.
Artikel Terkait
Lansia di Cianjur Tewas Dipukuli Tetangga Gara-gara Dua Labu Siam
FPTI Umumkan Susunan Tim Pelatih dan Pendukung untuk Persiapan Asian Games 2026
Rudal Iran Dinilai Menuju Siprus, Dinetralisir Sistem Pertahanan NATO
Kepala SPPG Lampung Timur Ditahan Terkait Dugaan Penculikan dan Pencabulan Anak SD