"Sejauh ini belum ada jembatan perintis yang selesai di Sumbar,"
tutur Tito. Situasi ini tentu menjadi perhatian khusus.
Tekanan untuk segera menyelesaikan proyek ini memang besar. Akhir Februari lalu, dalam kunjungannya ke daerah terdampak, Tito menegaskan betapa krusialnya peran jembatan ini. Infrastruktur penghubung yang rusak parah akibat bencana harus segera diperbaiki. Bukan cuma untuk mobilitas warga sehari-hari, tapi juga untuk kelancaran distribusi bantuan logistik yang masih sangat dibutuhkan.
Untuk mempercepat semua ini, koordinasi intensif terus dilakukan. Tito mengaku sudah berhubungan dengan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo. Tujuannya satu: mencari solusi agar pembangunan jembatan yang rusak akibat banjir dan longsor bisa lebih cepat lagi.
"Menteri PU sudah saya hubungi dan juga jajaran petugas PU. Beliau sudah menyampaikan komitmennya kepada saya,"
pungkas Tito. Tinggal menunggu realisasi di lapangan.
Artikel Terkait
Polda Bali Musnahkan Narkoba Senilai Rp20 Miliar, Selamatkan 39 Ribu Potensi Pengguna
Kolaborasi Tiga Lembaga Gelar Pelatihan Ekonomi Syariah untuk 500 Penyandang Disabilitas
OJK dan Bareskrim Geledah PT MASI Usut Dugaan Manipulasi IPO
Sistem Pertahanan NATO Tembak Jatuh Rudal Iran yang Menuju Wilayah Udara Turki