Operasi tangkap tangan KPK akhirnya berujung pada penetapan tersangka. Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, resmi berstatus tersangka kasus korupsi. Dugaan kasusnya berkaitan dengan pengadaan jasa outsourcing dan sejumlah pengadaan lain di lingkungan pemerintah kabupaten setempat.
Dalam jumpa pers di Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026), Deputi Penindakan KPK Asep Guntur Rahayu mengonfirmasi hal ini. Suasana di gedung KPK terasa tegas.
"KPK menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan dengan menetapkan satu orang sebagai tersangka, yaitu Saudari FAR selaku Bupati Pekalongan periode 2025-2030," jelas Asep.
Tak butuh waktu lama, langkah penahanan pun segera diambil. Fadia akan mendekam di rutan cabang Gedung Merah Putih KPK untuk 20 hari ke depan, mulai 4 hingga 23 Maret 2026. Tujuannya jelas: mempermudah pemeriksaan yang lebih mendalam.
Pasal yang menjeratnya cukup berat. Dia disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan Pasal 12 B UU Tipikor, yang kemudian dijo dengan pasal-pasal terbaru dalam KUHP. Rincian pasal itu panjang sekali, menunjukkan kompleksitas kasus yang dihadapi.
Artikel Terkait
Menteri Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Ganggu Stok Pangan dan BBM Nasional
BMKG Siapkan Layanan Prakiraan Cuaca Khusus Mudik Lebaran 2026
Arus Mudik di Simpang Ajibarang Masih Lengang, Puncak Diprediksi Kamis
Mensos Gus Ipul Tegaskan Data Akurat Kunci Utama Bansos Tepat Sasaran