Di sisi lain, soal prosedur keamanan, pihak kepolisian tetap tak main-main. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan standar keselamatan tetap ketat. Hanya saja, caranya yang persuasif. Yang menarik, seluruh personel pengamanan dilarang membawa senjata api atau peluru tajam. Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan dan kenyamanan peserta aksi.
Peserta aksi pun diimbau untuk tertib. Aspirasi boleh disampaikan, tapi fasilitas umum harus dijaga. Hak pengguna jalan lain, yang mungkin sedang beribadah, juga perlu dihormati.
Budi Hermanto menambahkan satu hal penting. Pendekatan seperti ini rencananya akan terus dipertahankan. Ia ingin ini menjadi standar pelayanan Polda Metro Jaya dalam mengawal demokrasi yang sehat, khususnya di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya. Sebuah upaya untuk merawat suasana, tak sekadar mengamankan lokasi.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei
Lansia di Cianjur Tewas Dipukuli Tetangga Gara-gara Dua Labu Siam
FPTI Umumkan Susunan Tim Pelatih dan Pendukung untuk Persiapan Asian Games 2026
Rudal Iran Dinilai Menuju Siprus, Dinetralisir Sistem Pertahanan NATO