Bulan Ramadan membawa perubahan pada cara Polda Metro Jaya mengamankan aksi unjuk rasa di Jakarta. Pendekatannya jadi berbeda, lebih menekankan pada pendekatan yang humanis dan religius. Personel di lapangan tampil dengan penampilan baru yang lebih santun.
Alih-alih barikade dan perlengkapan yang terkesan keras, polisi laki-laki kini mengenakan peci dan syal. Sementara rekan mereka yang perempuan memakai jilbab. Bahkan, ada tim khusus yang dilibatkan: tim shalawat. Mereka ini yang berada di garda terdepan, bertugas sebagai negosiator.
Menurut sejumlah saksi, tugas tim ini adalah berdialog secara persuasif. Atmosfer yang diciptakan diharapkan lebih tenang dan dialogis antara aparat dengan massa. Ini semua tak lepas dari instruksi Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri. Beliau ingin mengedepankan perlindungan dan penghormatan tinggi terhadap HAM dalam setiap kegiatan.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei
Lansia di Cianjur Tewas Dipukuli Tetangga Gara-gara Dua Labu Siam
FPTI Umumkan Susunan Tim Pelatih dan Pendukung untuk Persiapan Asian Games 2026
Rudal Iran Dinilai Menuju Siprus, Dinetralisir Sistem Pertahanan NATO