Di sisi lain, bagi para penerima SK, momen ini jelas sangat berarti. Seperti yang dirasakan Berti Sagendra, yang kini resmi menjadi Kepala SMKN 6 Kota Semarang.
“Karena saya di SMK, maka tantangannya menyiapkan SDM yang siap untuk berwirausaha, bekerja, dan melanjutkan. Setelah murid itu lulus, SMK harus memikirkan bagaimana harus menyalurkan. Jadi banyak sekali yang dipikirkan ini kalau di sekolah,” ujar Berti.
Fokusnya ke depan jelas: memperkuat jembatan antara sekolah dengan dunia industri. Link and match itu kunci agar lulusan punya peluang kerja yang nyata.
Perasaan senasib terpancar dari Agus Nugroho, guru di SMKN 1 Boyolali. Penantian belasan tahunnya akhirnya berbuah manis di formasi 2025 ini. Kini ia resmi sebagai PPPK Guru agama.
“Senang sekali, sudah lama sebelumnya kami sebagai guru honorer, sekarang sudah resmi menjadi PPPK dan menerima SK pelantikan jabatan fungsional sebagai guru agama. Jadi, sangat senang sekali,” ujar Agus, tak menyembunyikan rasa harunya.
Bagi Agus, status barunya ini bukan cuma soal kepastian kerja. Lebih dari itu, ini adalah tanggung jawab moral dan bentuk pengabdian yang harus dijalani dengan tulus.
“Kita harus tetap berusaha memberikan apa yang kita bisa dengan tulus ikhlas. Bagi teman-teman terus semangat dan mengabdi dengan tulus ikhlas. Kerja keras itu tidak menipu hasil,” ucapnya menutup pembicaraan.
Hari itu, di Semarang, ada serah-terima dokumen, ada janji yang diucapkan. Tapi yang lebih penting, ada harapan baru untuk pendidikan Jawa Tengah yang sedikit lebih baik.
Artikel Terkait
Israel Klaim Hancurkan 400 Target Iran dalam Satu Hari, Sebut Rezim Teroris Tumbang
Trump Sapa Messi di Gedung Putih, Selipkan Dukungan untuk Israel
Istri Muda Serahkan Diri Diduga Tewaskan Suami di Tigaraksa
APPBI Proyeksikan Geliat Belanja di Mal Bertahan hingga Lebaran 2026