Di sisi lain, Sugiono sendiri tak tinggal diam. Ia telah mengambil inisiatif menelepon Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Dalam percakapan itu, Indonesia menawarkan diri untuk jadi jembatan. Intinya, Jakarta siap memfasilitasi mediasi atau dialog apa pun yang bisa mencegah jatuhnya korban lebih banyak.
Lewat unggahan di akun X-nya pada Selasa, Sugiono menegaskan, "Indonesia siap memainkan peran konstruktif dalam memajukan perdamaian, termasuk menawarkan kesediaan kami untuk memfasilitasi dialog atau mediasi. Tujuannya jelas: mencegah eskalasi lebih lanjut dan menghentikan hilangnya nyawa orang tak bersalah secara tidak perlu."
Pesan utamanya sederhana tapi mendesak: semua pihak harus bisa menahan diri. De-eskalasi adalah langkah pertama yang mutlak diperlukan. Menurutnya, jalan satu-satunya yang layak ditempuh adalah melalui diplomasi dan dialog, bukan dengan konfrontasi. Hanya dengan begitu stabilitas di kawasan bisa dipulihkan.
"Indonesia mendesak semua pihak untuk menahan diri secara maksimal dan segera melakukan de-eskalasi," tegas Sugiono. "Dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan yang layak menuju stabilitas regional."
Artikel Terkait
Nagita Slavina Ungkap Raffi Ahmad Sering Ingatkannya untuk Tersenyum di Depan Publik
Andre Rosiade Bagikan 3.000 Sembako dan Janjikan Perbaikan Infrastruktur di Lima Puluh Kota
DPR Desak Pemerintah Tingkatkan Ketahanan Energi dan Pangan Jelang Eskalasi Timur Tengah
Gubernur DKI Umumkan Rencana Pembangunan Museum Peranakan Tionghoa di Glodok