Peringatannya nyata. Kedubes mengingatkan potensi serangan mortir, roket, dan drone yang bisa datang tiba-tiba tanpa peringatan. Warga diminta waspada: tahu lokasi bunker terdekat, pantau sirene ‘red alert’, dan hindari kerumunan atau area dengan pengamanan super ketat.
Langkah Negara Lain: Ada yang Cepat, Ada yang Hati-hati
Sementara AS memilih untuk tidak turun tangan langsung, beberapa negara lain justru bergerak cepat. Mereka tak mau ambil risiko lama-lama.
Bulgaria, contohnya, dilaporkan sudah mengevakuasi sekitar 300 warganya dari Oman. Bahkan mereka menyiagakan hingga delapan pesawat khusus untuk misi repatriasi ini. Langkah yang kontras sekali.
Di sisi lain, Indonesia rupanya mengambil jalan tengah. Pemerintah kita memilih pendekatan perlindungan aktif dan pemantauan intensif terhadap WNI di kawasan konflik, alih-alih langsung melakukan evakuasi massal. Mungkin menunggu perkembangan situasi, atau memang strateginya berbeda.
Jelas, setiap negara punya pertimbangan dan kapasitasnya sendiri-sendiri. Di tengah gejolak yang mencekam ini, keselamatan warga menjadi taruhannya. Dan seperti yang terlihat, tidak ada satu jawaban yang sama untuk semua.
Ditulis berdasarkan laporan dari lapangan.
Artikel Terkait
KPK Lelang Mobil Innova Zenix hingga Tas Loewe dari Barang Bukti Korupsi
Enam Film Indonesia hingga Konser Harry Styles di Netflix Ramaikan Lebaran
KPK Amankan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam OTT di Semarang
Pakar Gizi Ingatkan Kiat Diet Sehat Saat Puasa Ramadan