Desakan Majelis Ulama Indonesia agar pemerintah keluar dari Board of Peace (BoP) akhirnya mendapat respons. Menteri Luar Negeri Sugiono angkat bicara, menanggapi tekanan yang muncul menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah.
Di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa lalu, Sugiono terlihat oleh wartawan. Intinya? Semua pembicaraan soal BoP kini ditangguhkan. "On hold," katanya. Fokus diplomasi kita, jelasnya, sudah beralih sepenuhnya ke situasi keamanan yang meledak di Iran. Semua perhatian teralihkan ke sana.
"Ya ini semua pembicaraan BoP on hold, semua apa namanya perhatian shifted ke situasi di Iran,"
Meski begitu, komunikasi dengan negara-negara sahabat tetap berjalan. Bahkan intensif. Terutama dengan rekan-rekan di kawasan Teluk, yang notabene juga anggota BoP. Mereka sendiri ikut merasakan dampak serangan dalam eskalasi terbaru ini.
"Kalau misalnya BoP kita juga tetap sama temen-teman kita konsultasi dan kosultasi dengan rekan-rekan kita di Teluk, karena mereka mengalami juga diserang, karena mereka juga anggota BoP juga,"
Pernyataan menteri ini tak lepas dari sikap keras MUI yang dikeluarkan beberapa hari sebelumnya. Lembaga itu secara tegas mengutuk serangan AS dan Israel ke Iran, yang mereka sebut brutal dan memicu situasi mencekam.
Artikel Terkait
4 Maret dalam Catatan Sejarah: Dari Penobatan Frederick I hingga Berdirinya Batavia
DPR Desak Pemerintah Lindungi PMI di Timur Tengah yang Memanas
OJK Uji Coba Produk Investasi Mirip Reksa Dana untuk Aset Kripto
Barcelona Menang 3-0, Atletico Madrid Lolos ke Final Copa del Rey