Indonesia Alihkan Impor Minyak dan LPG dari Timur Tengah ke AS Antisipasi Penutupan Selat Hormuz

- Selasa, 03 Maret 2026 | 22:00 WIB
Indonesia Alihkan Impor Minyak dan LPG dari Timur Tengah ke AS Antisipasi Penutupan Selat Hormuz

Salah satu kilang Aramco di Ras Tanura baru-baru ini kena imbas konflik. Serangan drone menyebabkan kebakaran terbatas dan memaksa penutupan sementara. Kapasitasnya besar, 550 ribu barel per hari. Risikonya jelas.

Kepanikan di Ras Tanura

Insiden di Ras Tanura terjadi Senin lalu. Saudi Aramco langsung menutup operasional kilang terbesarnya itu. Menurut kantor berita resmi Saudi, SPA, penutupan adalah langkah pencegahan. Mereka klaim pasokan untuk pasar lokal tidak terganggu.

Reuters melaporkan, dua drone berhasil ditangkap di area kilang. Puing-puingnya memicu kebakaran di beberapa titik. Syukurlah, tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Kilang yang terletak di pesisir Teluk Arab ini adalah terminal ekspor vital. Sebuah sumber menyebut situasi sudah “berada di bawah kendali”. Tapi, kekhawatiran pasar tetap nyata.

Bagaimana tidak? Penutupan kilang besar ini berbarengan dengan macetnya pengiriman lewat Selat Hormuz. Dua pukulan sekaligus untuk pasokan energi global. Indonesia, dengan mengambil langkah awal ini, berusaha keluar dari pusaran ketidakpastian itu. Harapannya, pasokan tetap aman dan harga tidak melonjak tak terkendali.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar