Di sisi lain, Tito juga mengapresiasi langkah sejumlah pemerintah daerah yang sudah membebaskan BPHTB dan retribusi PBG untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Kebijakan seperti ini bisa menekan biaya, membuat harga rumah lebih terjangkau. Tapi dia mengingatkan, regulasi saja tidak cukup. Implementasi di lapanganlah yang menentukan dampaknya bagi warga. Dia mendorong pemda di Kalbar untuk lebih giat lagi merealisasikannya.
Selain soal jumlah, Tito menyoroti aspek estetika. Terutama di Singkawang yang dikenal sebagai kota wisata. Dia mencermati masih banyaknya atap seng dan mendorong program "gentengisasi" yang dicanangkan Prabowo.
"Jadi tolong buat program juga yang non-seng lah. Seng tuh oke, murah, tapi nggak asri," ujarnya.
Menurutnya, penggunaan genteng atau material atap yang lebih estetis bisa memperkuat daya tarik kota dan bahkan membuka peluang bagi industri lokal. Jadi, fokusnya bukan cuma mengejar target unit, tapi juga memperhatikan kualitas visual kawasan permukiman, apalagi di daerah yang mengandalkan pariwisata.
Acara di Kantor Wali Kota Singkawang itu juga dihadiri oleh Menteri Perumahan Maruarar Sirait, Wali Kota Tjhai Chui Mie, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Artikel Terkait
Pembalap MotoGP Mir dan Marini Menyelami Budaya Bali di Sela Jadwal Balap
OJK Catat Kredit Perbankan Tumbuh 9,96% di Awal 2026, Kredit Investasi Melonjak 22,38%
Menteri Kehutanan Pimpin Langkah Awal Reforestasi 2.557 Hektare di Tesso Nilo
KPK Periksa Kembali Kadis Bekasi Terkait Aliran Dana ke Mantan Bupati