“Kami berharap dengan adanya perbaikan dan revitalisasi beberapa bangunan, kunjungan wisatawan ke keraton Cirebon dapat meningkat,”
kata Sultan Sepuh XV dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).
Menanggapi hal itu, Menbud Fadli Zon menyambut baik. Ia menegaskan bahwa keraton adalah ujung tombak peradaban budaya. Dukungan pemerintah pasti ada, tapi ia mengingatkan bahwa revitalisasi juga butuh kesiapan internal dari pihak keraton sendiri.
“Yang penting sekarang bagaimana memanfaatkan dokumen perencanaan yang sudah ada untuk mempercepat prosesnya,” tegas Fadli. Ia menekankan, upaya ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga kelestarian semua keraton di Indonesia.
Lebih dari sekadar proyek fisik, Fadli berharap revitalisasi Keraton Kasepuhan bisa memperkuat perannya sebagai pusat budaya. Tujuannya jelas: merawat nilai sejarah, tradisi, dan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Dengan penataan yang baik dan kolaborasi semua pihak, keraton ini diharapkan bisa menjadi ruang edukasi, destinasi wisata budaya yang hidup, dan simbol identitas masyarakat Cirebon yang tetap relevan di masa kini.
Dalam pertemuan itu, Fadli Zon tidak sendirian. Ia didampingi sejumlah pejabat eselon I dan staf khusus, seperti Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Ismunandar, serta para direktur terkait pelestarian sejarah dan masyarakat adat. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pembahasan ini ditangani secara serius.
Artikel Terkait
Penyaluran KUR untuk Penyintas Bencana Sumatera Tembus Rp12,23 Triliun
Gedung Majelis Pakar Iran di Qom Diserang AS dan Israel di Tengah Masa Suksesi
Menpora dan NOC Indonesia Serius Tangani Dugaan Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing
Kuasa Hukum Sebut Nikita Mirzani Rugi Lebih dari Rp200 Miliar Akibat Kasus Hukum