Pemerintah Kaji Ulang APBN 2026 Imbas Lonjakan Harga Minyak Global

- Selasa, 03 Maret 2026 | 18:15 WIB
Pemerintah Kaji Ulang APBN 2026 Imbas Lonjakan Harga Minyak Global

Perhitungan yang teliti ini penting, bukan cuma soal angka di kertas. Tapi demi menjamin pasokan BBM dalam negeri tetap lancar dan stabil. Salah hitung, dampaknya bisa langsung terasa di masyarakat.

Lonjakan harga ini berawal dari eskalasi konflik akhir pekan lalu. Sabtu (28/2), serangan AS dan Israel mengguncang sejumlah target di Iran, termasuk Teheran. Serangan itu disebut menimbulkan kerusakan dan korban sipil. Balasan Iran pun tak tunggu lama; rudal-rudal diluncurkan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan itu.

Keadaan makin panas ketika Presiden AS Donald Trump mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan gabungan tersebut. Klaim itu kemudian dikonfirmasi oleh televisi pemerintah Iran. Dunia pun menahan napas.

Yang bikin pasar kalang kabut, media Iran melaporkan Selat Hormuz “secara efektif” ditutup. Padahal, selat sempit itu adalah urat nadi perdagangan minyak global. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia atau kira-kira 20 juta barel per hari melewati koridor ini. Belum lagi ekspor gas alam cair dari Qatar dan Uni Emirat Arab.

Blokade formal memang belum diumumkan. Tapi isu penutupan saja sudah cukup buat harga minyak meroket. Ketegangan di jalur pelayaran kritis itu selalu jadi pemicu sentimen naik yang instan.

Sekarang, semua mata tertuju pada kalkulasi pemerintah. Di tengah ketidakpastian ini, Bahlil dan timnya berusaha mencari titik imbang. Antara menanggung beban subsidi dan mengamankan penerimaan negara, sambil berharap situasi di Timur Tengah tidak makin runyam.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar