Lantas, apa yang mendorong seorang ibu muda membuang anaknya sendiri? Polisi mengungkap, bayi itu adalah buah dari hubungan gelap. DR bekerja sebagai racker atau penyusun bola biliar di kawasan Mangga Dua. Dari situlah ia mengenal seorang pelanggan yang kemudian menjalin hubungan intim dengannya hingga menyebabkan kehamilan.
Kisahnya berlanjut ke dini hari yang kelam. Menurut pengakuan DR, ia merasakan mules pada Senin (2/2) sekitar pukul 04.00. Tanpa bantuan siapa pun, ia melahirkan di kamarnya sendiri. Situasi yang pasti menakutkan bagi seorang perempuan berusia 20 tahun.
"Pelaku mengaku tanpa dibantu oleh orang lain melahirkan secara mandiri di dalam kamarnya," tutur Maryati Jonggi.
Setelah bayinya lahir, ia mengambil gunting untuk memotong tali pusar. Tindakannya setelah itu yang membuat hati miris. Bayi itu dibungkus sarung, dimasukkan ke dalam tas ransel. Ari-arinya dibuang ke kloset. Lebih menyedihkan lagi, DR mengajak adik kandungnya yang masih berusia tujuh tahun untuk ikut serta membuang sang bayi ke tumpukan sampah di pasar.
Sebuah rangkaian keputusan tragis yang kini harus dipertanggungjawabkannya di hadapan hukum, sementara tubuhnya sendiri masih berjuang melawan sakit.
Artikel Terkait
Pernyataan Alumni LPDP Soal Kewarganegaraan Anak Picu Debat Kontrak Sosial
Presiden Prabowo Gelar Pertemuan dengan Mantan Presiden dan Tokoh Senior Bahas Kondisi Terkini
Prancis Perkuat Arsenal Nuklir, Tambah Jumlah Hulu Ledak
Candil Berubah Jadi Dukun dalam Film Horor Komedi Setannya Cuan