Adam Hamdani menegaskan, lokasi kejadian sebenarnya sudah masuk kategori rawan. “Lokasi tersebut merupakan zona merah pergerakan tanah,” tuturnya. Ia menambahkan, bangunan-bangunan yang terdampak itu letaknya memang terlalu dekat dengan tebing Sungai Cileungsi, faktor yang memperparah kondisi.
Dampaknya langsung terasa oleh warga. Sebanyak 4 Kepala Keluarga atau total 15 jiwa merasakan akibatnya. Meski untungnya tak ada korban jiwa, tiga keluarga di antaranya terpaksa meninggalkan rumah mereka.
“Korban mengungsi sebanyak 9 jiwa,” imbuh Adam. “Saat ini untuk sementara diungsikan ke kontrakan dan ke rumah anak.”
Sampai saat ini, rumah-rumah yang rusak itu masih dalam keadaan tak layak huni. Penghuninya memilih tetap mengungsi, menunggu situasi benar-benar aman. Mereka mencari perlindungan di tempat yang lebih aman, sambil memikirkan nasib rumah mereka yang terancam tebing.
Artikel Terkait
AS dan Israel Hancurkan Pusat Komando IRGC, Khamenei Dikabarkan Tewas
Polisi Amankan 15 Tersangka Pembunuhan Gajah Sumatera di Konsesi RAPP
Bubah Alfian dan Raisa Nyaris Terjebak di Dubai Usai Serangan ke Iran
KPK Periksa Empat Pejabat Pekalongan Terkait OTT Bupati