Akibatnya, terjadi kebakaran di lokasi. Meski begitu, otoritas Saudi menyebut kerusakan yang ditimbulkan tergolong ringan. Hanya kerusakan material, begitu kira-kira penjelasan resminya.
Seperti dilaporkan Aljazeera di hari yang sama, seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi memberikan klarifikasi.
"Kedutaan Besar AS di Riyadh menjadi sasaran serangan oleh dua drone menurut perkiraan awal, yang mengakibatkan kebakaran terbatas dan kerusakan material ringan pada bangunan," kata juru bicara itu.
Jadi, situasinya begini: Saudi menyebut kerusakannya tak parah, tapi respons dari Gedung Putih justru mengisyaratkan langkah yang keras. Trump, seperti biasa, tidak banyak bertele-tele. Ancaman pembalasan itu menggantung, dan dunia kini menunggu apa yang akan "segera" terjadi berikutnya.
Artikel Terkait
Iran Protes ke Kuwait Soal Insiden Jatuhnya Jet Tempur AS
Militer Israel Perintahkan Evakuasi Puluhan Area di Lebanon, Termasuk Dekat Beirut
Pemerintah Alokasikan Rp55 Triliun untuk THR 2026, Dibayarkan Penuh Tanpa Potongan
Kuasa Hukum Gus Yaqut Gugat Status Tersangka KPK di Praperadilan