Fahad Nazer, juru bicara kedubes, bersikukuh bahwa posisi negaranya jelas.
Pernyataan itu sekaligus menanggapi laporan The Washington Post yang mengaku mengutip empat sumber berbeda. Menurut Al Arabiya yang meliput bantahan ini, nada dari Riyadh tegas dan tanpa basa-basi: mereka menyangkal segala bentuk lobi untuk serangan.
Jadi, di satu sisi ada laporan investigatif media besar. Di sisi lain, ada penyangkalan resmi yang disampaikan dengan lugas. Situasinya jadi seru mana yang bisa dipercaya? Yang jelas, isu ini menunjukkan betapa rumit dan panasnya dinamika politik di kawasan itu, di mana setiap desas-desus bisa langsung memicu gelombang penyangkalan.
Artikel Terkait
Wall Street Bangkit dari Terjun Bebas Usai Serangan AS ke Iran, Sektor Teknologi dan Energi Jadi Penyelamat
Pizza Pentagon: Indikator Tak Resmi Persiapan Operasi Militer AS Kembali Dibicarakan
DPR Nilai Kehadiran Indonesia di Board of Peace Tetap Strategis Meski Ada Desakan Mundur
Real Madrid Tumbang dari Getafe, Puncak Klasemen Semakin Jauh dari Barcelona