Tragedi Gantung Diri Tersangka Pembunuhan Alvaro di Ruang Konseling Polisi

- Selasa, 25 November 2025 | 09:00 WIB
Tragedi Gantung Diri Tersangka Pembunuhan Alvaro di Ruang Konseling Polisi

Kasus pembunuhan Alvaro Kisno Nugroho berakhir dengan cara yang tak terduga. Pelaku utama, AI ayah tiri korban ditemukan tewas gantung diri di ruang konseling kepolisian, Minggu (23/11/2025) dini hari. Hanya berselang dua hari setelah penangkapannya.

Yang membuat kejadian ini makin ironis, ruangan tempat ia mengakhiri hidup bukanlah sel tahanan biasa. Ia justru menggunakan celana panjang miliknya sendiri sebagai alat untuk melakukan aksi nekat tersebut.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, tersangka ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di ruang konseling.

"Tersangka mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di ruangan konseling," jelas Budi dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025).

Kronologinya bermula dari permintaan AI untuk mengganti celananya. Awalnya, ia hanya mengenakan celana pendek yang disediakan penyidik.

"Pertama, dia menggunakan celana pendek yang diberi oleh penyidik. Karena tidak boleh menggunakan celana panjang. Karena celana pendek itu kotor, dia minta untuk diganti dengan celana panjang," papar Budi.

Namun begitu, pagi harinya, keadaan sudah berubah drastis. Rekan pelaku yang berinisial G yang juga saksi kunci kematian Alvaro menemukan jasad AI tergantung.

"Pada saat di ruangan konseling, lebih kurang berkisar dari pukul 06.30 WIB sampai dengan 08.00 WIB atau jam 09.00 WIB pagi, ditemukan oleh rekannya tadi, yaitu inisial G," terang Budi.
"Melalui saksi kunci dilihat dari pintu, itu ada bilah kaca di tengah, melihat tersangka sudah dalam posisi menghilangkan nyawanya dengan cara gantung diri," ujarnya.

Lantas, mengapa AI justru ditempatkan di ruang konseling? Pihak kepolisian punya alasan tersendiri. Menurut mereka, ini merupakan prosedur standar untuk tahanan baru sebelum menjalani pemeriksaan medis.

"Karena status yang bersangkutan sudah tersangka, besok pagi (setelah penangkapan) akan dilakukan pemeriksaan medis," terangnya. "Apakah tersangka ini memiliki penyakit bawaan ataupun penyakit menular, sehingga belum bisa dijadikan satu dengan tahanan lainnya."

AI ditangkap Jumat malam (21/11/2025). Setelah melalui pemeriksaan, ia menunggu jadwal pemeriksaan kesehatan di ruang isolasi. Sayangnya, sebelum prosedur itu terlaksana, nyawanya sudah tak tertolong.

Di sisi lain, tim forensik mengonfirmasi temuan awal mereka.

"Ditemukan adanya luka lecet tekan yang melingkari leher, itu diduga sesuai dengan pola gambaran kasus gantung," ujar dr. Farah dari tim forensik.
"Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan lainnya pada permukaan tubuh jenazah," pungkasnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, menambahkan detail mengenai alat yang digunakan.

"Pada saat di ruang konseling, bahan yang digunakan untuk gantung diri ialah menggunakan celana. Celananya dia," kata Ardian.

Keluarga AI telah dihubungi dan ditawari autopsi lebih lanjut. Namun mereka menolak.

"Pihak keluarga belum berkenan. Kita menghormati proses kedukaan dari pihak keluarga," tutup Kombes Budi.

Dengan kematian AI, tertutuplah sudah kisah pilu pembunuhan Alvaro. Anak tiri yang jasadnya sempat disimpan selama tiga hari di garasi sebelum dibuang di Tenjo, Bogor. Sebuah akhir yang tak kalah tragis dari awal ceritanya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar