Drone Iran Jatuh di Pangkalan Militer Inggris di Siprus

- Senin, 02 Maret 2026 | 15:35 WIB
Drone Iran Jatuh di Pangkalan Militer Inggris di Siprus

Suasana di Mediterania Timur makin memanas. Di tengah eskalasi konflik antara Israel, Amerika, dan Iran, sebuah insiden terjadi di pangkalan militer Inggris di Siprus. Presiden Nikos Christodoulides mengonfirmasi bahwa sebuah drone Iran jatuh di fasilitas tersebut, tepatnya di Akrotiri, pada hari Senin (2/3).

Kejadiannya berlangsung beberapa menit setelah tengah malam. Menurut Christodoulides, drone jenis Shahed itu menabrak pangkalan Inggris, mengakibatkan kerusakan material ringan. Ia menyampaikan hal ini seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Dalam pernyataannya, Christodoulides tampak berusaha menegaskan posisi netral negaranya. "Kita berada di wilayah dengan ketidakstabilan geopolitik yang khusus, dengan banyak tantangan dan masalah, yang sedang mengalami krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujarnya.

"Tanah air kita tidak berpartisipasi dengan cara apa pun dan tidak bermaksud untuk menjadi bagian dari operasi militer apa pun," tegas Presiden Siprus itu.

Pernyataan itu muncul menyusul konfirmasi dari Kementerian Pertahanan Inggris. Mereka mengaku telah merespons dugaan serangan drone di pangkalan mereka tersebut.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan, "Perlindungan pasukan kami di wilayah tersebut berada pada tingkat tertinggi dan pangkalan tersebut telah merespons untuk membela rakyat kami."

Latar belakang insiden ini memang rumit. Sebelumnya, pemerintah Inggris telah memberi lampu hijau bagi Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militernya. Tujuannya untuk serangan yang mereka sebut "defensif", guna menargetkan rudal dan peluncur rudal Iran.

Namun begitu, Perdana Menteri Keir Starmer berulang kali menekankan batasan keterlibatan Inggris. Saat mengumumkan kebijakan penggunaan pangkalan itu, ia dengan jelas menyatakan bahwa Inggris "tidak terlibat dalam serangan awal terhadap Iran dan kami tidak akan bergabung dalam aksi ofensif sekarang".

Jadi, meski pangkalan mereka digunakan sekutu dan kini jadi sasaran, Inggris berusaha menjaga posisinya agar tak terseret lebih dalam. Situasi yang sulit, di tengah ketegangan yang kian meluas.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar