Sidang Tipikor Pertamina Memanas, Ahok dan Pengacara Debat Sengit

- Senin, 02 Maret 2026 | 15:00 WIB
Sidang Tipikor Pertamina Memanas, Ahok dan Pengacara Debat Sengit

"Pernahkah saudara menanyakan hasil audit tersebut? Karena pembelian Corpus Christi itu terjadi tentu sebelum, jadi pada saat dilakukan audit oleh BPK dalam BAP saudara, realisasi pembelian Corpus Christi belum terjadi. Saudara tahu nggak kapan pertama kali Pertamina mengeluarkan uang untuk membeli LNG Corpus Christi?" tanya Wa Ode terus mendesak.

"Saya tidak tahu. Yang pasti waktu kami masuk, perjanjian beli itu sudah ada, sudah tanda tangan SPA (Sales Purchase Agreement)," tegas Ahok.

Wa Ode masih belum puas. "Perjanjian, tetapi bahwa realisasi pembelinya itu kapan saudara tahu nggak?"

"Itu yang saya tidak tahu karena mesti baca di laporan audit," balas Ahok, mulai terdengar kesal.

Meski sudah berkali-kali mendapat jawaban 'tidak tahu', Wa Ode rupanya belum mau mengalah. Dia terus mendesak soal perjanjian pembelian yang tercantum dalam laporan audit. Di sinilah Ahok akhirnya meledak. Suaranya meninggi, mencoba memotong pertanyaan yang berputar-putar itu.

"Jangan membolak-balikkan masalah. Saya mau jelaskan, saya masuk November 2019. Lalu di Januari dalam rapat BOD-BOC dilaporkan oleh direksi akan terjadi kerugian atas kontrak LNG yang tidak ada pembeli. Itu yang mesti jelas dulu. Tentu kami sebagai Dekom, mendapatkan laporan itu, terus memerintahkan komite audit memeriksa. Lalu komite audit melalui fungsi internal audit melakukan audit," jelas Ahok dengan nada tinggi.

Wa Ode langsung membalas. "Bapak menjawab pertanyaan saya saja. Jawabannya Bapak tidak tahu atau tidak bisa menjawab silakan, Pak. Saya berhak menanyakan."

Ketegangan di antara keduanya pun memuncak. Saling serang dengan kata-kata itu akhirnya dihentikan oleh intervensi hakim ketua sidang, yang meminta kedua pihak untuk tenang dan fokus pada substansi pertanyaan.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar