Try Sutrisno, kata dia, berharap amendemen bisa menjadi penjaga persatuan dan kebersamaan. Lebih dari itu, langkah itu dianggapnya penting untuk menjamin kelangsungan Indonesia ke depan agar lebih baik lagi.
“Beliau ingin agar amendemen itu dilakukan untuk menjaga persatuan, untuk menjaga kebersamaan dan menjamin kelangsungan Indonesia ke depan yang lebih baik,” tegasnya.
Namun begitu, kepergian Try Sutrisno tentu meninggalkan duka. Muzani pun tak bisa menyembunyikan kekagumannya pada sosok almarhum. Ia mengenang Try sebagai pribadi yang total dalam pengabdian.
Pesan terakhir itu, ungkap Muzani, tidak serta-merta dilupakan. Ia menyebut bahwa apa yang dipikirkan oleh almarhum terus dikaji lebih dalam oleh MPR.
“Jadi semua pikiran, tenaga, waktu dicurahkan untuk kepentingan bangsa dan negara sampai dengan akhir hayatnya,” tuturnya, melengkapi kenangan.
Artikel Terkait
Pemerintah Tetapkan Masa Berkabung Nasional untuk Wapres Keenam Try Sutrisno
Masjid Istiqlal Siap Dipercantik dengan Teknologi dan Penataan Kawasan
Mantan Sekjen Kemendikbudristek Ungkap Pencopotan Jabatan Usai Wawancara dengan Nadiem
Iran Klaim Serang Pangkalan AS di Kuwait dan Kapal di Samudra Hindia