Dari Pyongyang, kecaman keras datang menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Korea Utara tak ragu menyebutnya sebagai "agresi ilegal", sebuah pelanggaran nyata terhadap kedaulatan nasional sebuah negara.
Pernyataan resmi itu disiarkan oleh Korean Central News Agency (KCNA) pada Senin, 2 Maret 2026. Lewat juru bicara Kementerian Luar Negeri, rezim Kim menyatakan tindakan militer semacam itu sama sekali tak bisa dibenarkan. Pokoknya, dalam kondisi apa pun.
Menurut mereka, operasi militer AS sebenarnya sudah "dalam kisaran ekspektasi". Bagi Pyongyang, ini adalah konsekuensi yang niscaya dari sifat AS yang mereka gambarkan hegemonik dan bertingkah laku bak gangster. Jadi, bukan hal yang mengejutkan.
Di sisi lain, mereka juga mengecam keras apa yang disebut "perang agresi" oleh Washington dan Tel Aviv. Pernyataan itu lantas mendesak negara-negara di kawasan, plus pihak lain yang punya kepentingan sama, untuk ambil bagian. Tanggung jawab memulihkan perdamaian dan stabilitas Timur Tengah, begitu tekanannya, harus jadi prioritas bersama.
Artikel Terkait
Pemilik Lahan Ditahan sebagai Tersangka Kematian Gajah Sumatera di Tesso Nilo
Kapolri Perintahkan Densus 88 Tingkatkan Kewaspadaan Teror Jelang Mudik Lebaran
Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Sesaat Sebelum Sidang Skripsi, Motif Asmara
Warga Jakarta Buka Puasa Hari Ini Pukul 18.14 WIB