Gerhana Sebagian Berakhir (U4) - WIB: 20.17.33 - WITA: 21.17.33 - WIT: 22.17.33
Gerhana Penumbra Berakhir (P4) - WIB: 21.24.35 - WITA: 22.24.35 - WIT: 23.24.35
Kalau dihitung-hitung, total durasi acara langit ini panjang banget, lho. Lebih dari lima jam! Jadi, siapkan cemilan dan kopi biar nggak kedinginan.
Lalu, Kenapa Bulannya Bisa Memerah?
Pertanyaan klasik ini selalu muncul setiap ada gerhana bulan total. BMKG dalam penjelasannya menyebutkan, peristiwa ini terjadi saat Matahari, Bumi, dan Bulan kebetulan sejajar sempurna di fase purnama. Posisi ini membuat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan gelap (umbra) Bumi kita.
Nah, yang bikin unik, saat puncak gerhana nanti terutama kalau langit lagi cerah Bulan akan tampak berwarna kemerahan. Bukan sihir, kok. Warna merah itu muncul karena fenomena hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Singkatnya, cahaya dengan panjang gelombang pendek (seperti biru) tersebar, sementara cahaya merahnya yang berhasil menembus dan menyinari permukaan Bulan. Jadilah "Blood Moon" yang dramatis itu.
Tips Nonton dan Wilayah Terbaik
Soal peluang melihat, daerah Indonesia Timur punya keuntungan. Mereka bisa menyaksikan fase-fase gerhana lebih awal, sejak Bulan terbit. Sementara di wilayah Barat, gerhana sudah berjalan saat Bulan muncul di ufuk timur.
BMKG mengimbau kita untuk memilih tempat pengamatan yang gelap, jauh dari sorot lampu kota, dan pandangannya terbuka ke arah timur. Jangan lupa cek prakiraan cuaca lewat kanal resmi mereka biar nggak kehujanan atau tertutup awan. Persiapan itu penting.
Oh ya, tahun 2026 diprakirakan ada empat gerhana. Tapi dari semuanya, cuma Gerhana Bulan Total tanggal 3 Maret inilah yang bisa kita lihat dari Indonesia. Jadi, jangan sampai terlewat, ya!
Artikel Terkait
Pemerintah Naikkan Insentif Guru Honorer dan Ubah Sistem Penyaluran Jadi Langsung Per Bulan
Ketua MPR Kenang Pesan Amendemen UUD 1945 dari Almarhum Try Sutrisno
Bravyson Vconk Tato Nama Anak Erika Carlina sebagai Pengingat Abadi
Hujan Guyur Prosesi Pemakaman Terakhir Try Sutrisno di TMP Kalibata