Suasana senja di Dukuh Cuwet, Desa Plosojenar, mendadak berubah jadi mencekam. Ledakan keras mengguncang kawasan itu Minggu petang, tepatnya sekitar pukul lima lewat seperempat. Akibatnya, seorang pelajar SMP meregang nyawa, sementara dua remaja lainnya mengalami luka-luka. Penyebabnya? Sebuah balon udara yang dipasangi rangkaian petasan meledak tak terkendali.
Menurut keterangan warga, lokasi kejadian itu memang dikenal sebagai markas anak-anak muda untuk merakit petasan, terutama jelang hari raya Lebaran. Mereka biasa berkumpul dan menyiapkan bahan-bahan peledak di sana. Sudah sering dikeluhkan, rupanya. Tapi peringatan dari tetangga seolah masuk kuping kiri, keluar kuping kanan.
Bonari, salah seorang tetangga, mengaku sudah muak dengan ulah mereka.
"Bukan sekali dua kali, sudah sering bikin merakit. Sudah ditegur berkali-kali, tapi nggak pernah digubris," ujarnya, suaranya terdengar kesal.
Kepala Dusun Krajan setempat, Satria Yoga Winata, punya dugaan kuat tentang awal mula musibah ini. Para remaja itu diduga sedang menyiapkan bahan untuk balon udara berekor petasan. Lalu, sesuatu yang sepele memicu bencana.
Artikel Terkait
Bravyson Vconk Tato Nama Anak Erika Carlina sebagai Pengingat Abadi
Hujan Guyur Prosesi Pemakaman Terakhir Try Sutrisno di TMP Kalibata
DPR Desak Pemerintah Antisipasi Dampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah bagi Jemaah Umrah
Penerbangan Makassar-Jeddah Tetap Normal di Tengah Ketegangan Timur Tengah