Trio Pejabat Iran Ambil Alih Kepemimpinan Sementara Pasca Wafatnya Khamenei

- Senin, 02 Maret 2026 | 10:10 WIB
Trio Pejabat Iran Ambil Alih Kepemimpinan Sementara Pasca Wafatnya Khamenei

"Kecepatan dan koordinasi yang terlihat menunjukkan adanya kewenangan yang sudah didelegasikan sebelumnya," jelasnya.

Geranmayeh punya analisis tentang tujuan serangan balasan Iran. Pertama, menunjukkan mereka menepati janji untuk memperluas perang ke tingkat regional. Kedua, menggunakan aset-aset mereka sebelum hilang ditelan konflik.

"Teheran ingin meningkatkan biaya yang harus ditanggung AS dan Israel secepat mungkin," katanya. Harapannya, tekanan itu memaksa kedua negara itu mundur sebelum rezim terancam dari dalam.

Sanam Vakil dari Chatham House melihatnya dengan cara yang mirip. Saat Republik Islam berjuang untuk kelangsungan hidupnya, "satu-satunya cara mereka bertahan adalah dengan segera mengekspor perang ini ke seluruh kawasan."

Konfrontasi Bisa Melebar dengan Cepat

Geranmayeh memperingatkan, sekutu regional Iran yang sering disebut Poros Perlawanan bisa ikut bergerak. Mereka khawatir bernasib sama. Hal ini meningkatkan risiko konflik meletus di banyak front secara bersamaan.

Semakin panjang dan meluas serangannya, semakin besar kemungkinan jaringan milisi regional itu diaktifkan. Danny Citrinowicz, peneliti senior urusan Iran di Institute for National Security Studies (INSS) Israel, mengonfirmasi hal ini.

"Memperluas baik wilayah maupun durasi konflik," ujarnya.

Menurutnya, AS dan Israel memilih menyerang sekarang karena berasumsi rezim Iran sedang lemah dan rapuh. Kedua sekutu itu yakin, kampanye besar-besaran bisa mengacaukan stabilitas Iran, bahkan mungkin memicu perubahan internal.

Tapi jika perkiraan itu meleset? Konsekuensinya bisa sangat serius.

"Apa yang bisa disebut sebagai kemenangan? Pertanyaan ini penting," kata Citrinowicz. Jalur diplomatik, saat ini, tampak suram.

"Ini konfrontasi 'hidup atau mati'. Tingkat risikonya jauh lebih besar dibanding perang 12 hari sebelumnya," tambahnya.

'Awal dari Perang yang Panjang'

Para analis sepakat, akhir dari pertempuran ini masih gelap dan sarat risiko.

"Ini bisa menjadi awal dari perang panjang baru bagi Amerika Serikat di Timur Tengah," ujar Geranmayeh.

Jalannya akan panjang dan penuh guncangan, katanya. Dan ada kemungkinan besar situasi memburuk dengan cepat.

Hellyer sependapat. Konflik ini kemungkinan akan berlanjut berhari-hari bahkan berminggu-minggu, dengan eskalasi terkoordinasi di berbagai front.

"Bahkan sekutu dekat AS, meski kritis terhadap Iran, kini menghadapi risiko serangan balasan," ujarnya. Mereka menolak eskalasi, meski jalan untuk meredakan ketegangan belum jelas.

Geranmayeh mendesak komunitas internasional untuk bergerak cepat. Beri tekanan kuat kepada Washington dan Teheran agar menemukan jalan diplomatik, "sebelum mereka terseret ke dalam kubangan konflik berdarah."

Kini, semua mata tertuju pada satu hal: siapa pengganti Khamenei. Apakah pergantian di puncak kekuasaan ini akan mengubah arah Republik Islam yang telah berusia 47 tahun? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar