BMKG Siagakan Daerah, Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Nusantara

- Minggu, 18 Januari 2026 | 07:30 WIB
BMKG Siagakan Daerah, Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Nusantara

Cuaca ekstrem kembali mengancam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini mengeluarkan peringatan serius menyusul aktivitas siklon tropis Nokaen dan dua bibit siklon lainnya 96S dan 97S di dekat wilayah Indonesia. Imbauan waspada pun disebar, terutama untuk ancaman hujan deras, angin kencang, serta gelombang tinggi yang bisa mencapai empat meter.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menegaskan hal ini dalam keterangannya pada Minggu (17/1/2026).

"Kami minta masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan. Kondisi ini berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi," ujar Guswanto.

Ia menambahkan, "Yang utama, hindari dulu aktivitas di laut. Siapkan jalur evakuasi dan perkuat koordinasi untuk mitigasi bencana."

Menurut Guswanto, kombinasi siklon tropis dan bibit siklon yang aktif ini memerlukan perhatian penuh. Antisipasi dini dan koordinasi antarlembaga, ditambah kedisiplinan masyarakat mengikuti arahan, jadi kunci untuk meminimalkan dampaknya. Intinya, jangan sampai lengah.

Lalu, apa saja yang perlu dilakukan? BMKG memberi sejumlah panduan praktis.

Bagi warga pesisir dan nelayan, sebaiknya tunda dulu melaut, khususnya untuk kapal-kapal kecil. Pemerintah daerah diharap sigap menyiapkan posko siaga, mengecek jalur evakuasi, serta mengamankan stok logistik darurat. Sektor transportasi, baik laut maupun udara, juga diminta menyesuaikan jadwal dan rute dengan kondisi cuaca yang tak menentu.

Untuk masyarakat umum, waspadai risiko banjir dan tanah longsor. Hindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan atau angin kencang melanda. Dan yang tak kalah penting: pantau terus perkembangan informasi dari sumber resmi BMKG lewat aplikasi InfoBMKG, media sosial, atau siaran radio dan televisi.

Dampaknya sendiri diperkirakan bakal terasa di beberapa wilayah. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur Kalimantan Utara bagian utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Maluku bagian selatan.

Sementara angin kencang perlu diwaspadai di NTT dan Maluku selatan.

Di sejumlah perairan, gelombang diperkirakan mencapai ketinggian 2,5 meter. Kawasan yang dimaksud meliputi perairan Sangihe-Talaud, Samudra Pasifik utara Maluku, Selat Bali hingga Lombok, serta Laut Sawu dan Laut Banda bagian selatan.

Namun begitu, ancaman terbesar datang dari gelombang setinggi empat meter yang diprediksi terjadi di perairan Kepulauan Babar, Kepulauan Tanimbar, perairan Kupang, hingga Laut Arafuru bagian barat. Situasinya memang perlu diawasi ketat.

Intinya, kondisi laut bakal sangat berbahaya dalam beberapa hari ke depan. Persiapan dan kewaspadaan jadi harga mati.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar