Cuaca ekstrem kembali mengancam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini mengeluarkan peringatan serius menyusul aktivitas siklon tropis Nokaen dan dua bibit siklon lainnya 96S dan 97S di dekat wilayah Indonesia. Imbauan waspada pun disebar, terutama untuk ancaman hujan deras, angin kencang, serta gelombang tinggi yang bisa mencapai empat meter.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menegaskan hal ini dalam keterangannya pada Minggu (17/1/2026).
"Kami minta masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan. Kondisi ini berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi," ujar Guswanto.
Ia menambahkan, "Yang utama, hindari dulu aktivitas di laut. Siapkan jalur evakuasi dan perkuat koordinasi untuk mitigasi bencana."
Menurut Guswanto, kombinasi siklon tropis dan bibit siklon yang aktif ini memerlukan perhatian penuh. Antisipasi dini dan koordinasi antarlembaga, ditambah kedisiplinan masyarakat mengikuti arahan, jadi kunci untuk meminimalkan dampaknya. Intinya, jangan sampai lengah.
Lalu, apa saja yang perlu dilakukan? BMKG memberi sejumlah panduan praktis.
Bagi warga pesisir dan nelayan, sebaiknya tunda dulu melaut, khususnya untuk kapal-kapal kecil. Pemerintah daerah diharap sigap menyiapkan posko siaga, mengecek jalur evakuasi, serta mengamankan stok logistik darurat. Sektor transportasi, baik laut maupun udara, juga diminta menyesuaikan jadwal dan rute dengan kondisi cuaca yang tak menentu.
Artikel Terkait
Iran Tutup Langit, Sinyal Keras untuk AS di Tengah Ketegangan yang Memuncak
Buku Pilot dan Serpihan Pesawat Ditemukan di Lereng Gunung Maros
Hujan Deras Lumpuhkan Jakarta, 16 RT dan Sepuluh Ruas Jalan Terendam
Warga Indonesia di Iran: Waspada, tapi Belum Dievakuasi