Anggota DPR Desak Pemerintah Perketat Perlindungan WNI di Tengah Eskalasi Konflik AS-Israel-Iran

- Senin, 02 Maret 2026 | 07:25 WIB
Anggota DPR Desak Pemerintah Perketat Perlindungan WNI di Tengah Eskalasi Konflik AS-Israel-Iran

Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang kian meluas, memantik kekhawatiran serius di tanah air. Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PAN, Farah Puteri Nahlia, secara khusus menyoroti nasib Warga Negara Indonesia yang berada di kawasan rawan tersebut. Baginya, keselamatan mereka harus jadi prioritas utama pemerintah, tanpa bisa ditunda lagi.

“Pemerintah harus selalu siap untuk melakukan rencana kontingensi dan memfasilitasi evakuasi WNI kita ke tempat aman sebagai bentuk langkah antisipatif yang matang,” tegas Farah kepada wartawan, Senin lalu.

Dia melanjutkan, kesiapsiagaan itu tak cuma untuk mereka yang ada di pusat konflik. “Tetapi juga harus mencakup pengetatan pengamanan bagi seluruh WNI di sekitarnya, khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) di negara-negara Teluk,” tambahnya.

Memang, langkah awal Kemlu dan KBRI Tehran yang menetapkan Siaga 1 untuk 329 WNI di Iran patut diapresiasi. Namun begitu, melihat eskalasi yang berjalan cepat, Farah mendorong adanya langkah perlindungan ekstra yang lebih menyeluruh. Situasinya dinamis, dan ancamannya nyata.

Di sisi lain, ada persoalan lain yang mengemuka: nasib jemaah umrah. Konflik ini jelas mengganggu mobilitas, terutama bagi warga Indonesia yang sedang atau baru saja menunaikan ibadah di tanah suci. Farah pun menyoroti dampaknya terhadap keamanan rute penerbangan.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar